SYUKURAN KHITAN

By | October 10, 2015

Indonesia memiliki penduduk mayoritas beragaman Islam, dan dalam islam khitan merupakan salah satu kewajiban setiap kaum muslim. Kebiasaan di Indonesia yang selalu melakukan khitan anak-anakanya di usia SD tetapi tidak sedikit pula yang baru di khitan di usia SMP. Sedangkan menurut hadist-hadist dalam ajaran agama islam bahwa usia khitan adalah ketika bayi berumur 7 hari atau ketika masih kecil sekali.

Waktu berkihtan ini masih menjadi perdebatan para ulama. Ada yang mengatakan khitan wajib ketika berusia tujuh hari dan ada pula yang mengatakan boleh kapan saja asal tidak melebihi usia baligh.

Ibnu hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata :

Diperselisihkan waktu disyariatkannya khitan. Al-mawardi berkata, “Khitan itu mempunyai dua waktu, Waktu wajib dan waktu mustahab (sunnah). Waktu wajib adalah ketika usia baligh, sedangkan waktu mustahab adalah sebelum baligh

Selain itu, menurut syaikh Abdullah AL-Jibrin mengatakan untuk anak yang sudah berusia 7 tahun yaitu umur yang diperintahkan agar melaksanakan shalat jika belum di khitan maka hukum shalat yang sudah ia laksanakan di anggap kurang sempurna.

“Yang afdhal (lebih baik) khitan dilakukan ketika kecil karena ada mashlahat yaitu (jika dilakukan saat besar) kulit (pembungkus penis) setelah usia tamyis (sekitar 7 tahun) akan mengeras dan menebal. Oleh karena itu khitan dilakukan sebelum tamyis karena masih lunaknya kulit dan mudah untuk dipotong. Dan juga karena ketika kecil belum ada hukum aurat, maka boleh membuka dan menyentuhnya untuk kemashlahatan. Kemudian juga lebih mudah diobati dan luka lebih cepat sembuh.

Disunnahkan agar tidak mengakhirkan khitan dari waktu yang dianjurkan, adapun  (batasan) waktu wajib adalah usia baligh dan taklif (wajib menjalani beban ibadah). Maka wajib bagi yang belum berkhitan agar beresegera sebelum mencapai usia baligh selama tidak ada yang dikhawatirkan pada dirinya.”

Oleh karena itu, lebih baik menyegerakannya (khitan ) karena lebih segera menunaikan amal. Khitan adalah termasuk Ibadah yang wajib untuk dilakukan selain wajib juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.

SYUKURAN KHITAN BOLEH APA TIDAK?

087853019844, syukuran khitanBanyak dari masyarkat kita yang melakukan syukuran, entah itu syukuran pernikahan, rumah, khitan dan lain sebaiknya. Tapi menurut ajaran islam syukuran khitan itu boleh apa tidak sih?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

Adapun walimah (syukuran) khitan, maka hukumnya mubah (diperbolehkan). Barangsiapa yang menginginkan maka boleh ia melakukannya dan boleh juga meninggalkannya.”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila salah seorang di antara kalian mengundang (walimah) saudaranya, hendaklah ia memenuhinya, baik undangan pernikahan atau yang semisalnya

Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa syukuran khitan boleh saja dilakukan dan tidak ada hukum berdosa bagi yang meninggalkannya. Dan apabila kita menerima undangan hendaknya kita mengahidirinya guna menyambung silaturahmi sesama muslim. Semoga bermanfaat

CUSTOMER CARE
DHINE / FIRMAN :087853019844
BBM :DA759773

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *